MY Blog Chalk

Willie/Male/26-30. Lives in Indonesia/DKI/Jakarta, speaks Indonesian and English. Eye color is black. My interests are Video Games/Anime.
This is my blogchalk:
Indonesia, DKI, Jakarta, Indonesian, English, Willie, Male, 26-30, Video Games, Anime.


MY MooD Today


ArchievE

09/01/2003 - 10/01/200310/01/2003 - 11/01/200311/01/2003 - 12/01/200312/01/2003 - 01/01/200401/01/2004 - 02/01/200402/01/2004 - 03/01/200403/01/2004 - 04/01/200404/01/2004 - 05/01/200405/01/2004 - 06/01/200406/01/2004 - 07/01/200407/01/2004 - 08/01/200408/01/2004 - 09/01/200409/01/2004 - 10/01/200410/01/2004 - 11/01/200411/01/2004 - 12/01/200412/01/2004 - 01/01/200501/01/2005 - 02/01/200502/01/2005 - 03/01/200504/01/2005 - 05/01/200505/01/2005 - 06/01/200507/01/2005 - 08/01/200510/01/2005 - 11/01/200512/01/2005 - 01/01/200609/01/2007 - 10/01/200704/01/2008 - 05/01/200812/01/2008 - 01/01/200904/01/2011 - 05/01/201103/01/2012 - 04/01/2012

FrienDs

~=^*^=1n3x=^*^=~

simplyju

Shout Box

Please LinK mE



CrediT

You Are Visitor #
Powered By :
Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com

January, 2005

Layout by Alita^.^

Thursday, April 28, 2005 3 days..

3 more days..
time is luxury i can't afford now..
because if i can.. i want to buy time in whole world..
just to make it stop tickin for a while..
so i can see her a bit longer..

*sob*

|

Sunday, April 17, 2005 2 remaining weeks

Tinggal 2 minggu lagi gw pindah ke tempat baru. I really hope it's a right decision to do so, cos what i already have actually is good enough.
Gue masih inget, saat gw ambil keputusan ini.. gw ngerasa ini keputusan yang tepat.. it was 5 weeks ago. dan sekarang menjelang hari hari terakhir, gw ngerasa berat.
once i has promised to myself that i would never involved my feeling.. any feeling to any person in my office, so it won't be hard when the time is comes to leave them.. but, again.. i broke the promise.. so, here i am, feelin sad.. feelin alone.. again.
i just hope all this sacrifice i did worth as much i thought it would be.
i'm gonna miss the moments i'm hangin around with you guys..

|

Tuesday, April 12, 2005 Kenapa AS gak nyerang INDO

Pentagon membayangkan jika AS terpaksa harus menyerang Indonesia. Berapa kerugian yang harus di pikul pihak AS dan berapa keuntungan pihak indonesia dari kehadiran tentara AS di sana.

Begitu memasuki perairan dataran Indonesia, mereka akan dihadang pihak bea cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang tanpa surat izin dari pemerintah RI. Ini berarti mereka harus menyediakan "Uang Damai".
Coba hitung berapa besarnya jika bawaannya sedemikian banyak.

Kemudian mereka mendirikan base camp militer. Bisa ditebak di sekitar base camp pasti akan di kelilingi oleh penjual bakso,tukang es kelapa, lapak VCD bajakan, sampai obral Cel-Dam Rp. 10000 3 Pcs.Belum lagi para pengusaha komedi puter bakal ikut mangkal di sekitar base camp juga.

Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta tank-tank lapis baja yang di parkir dekat base camp akan dikenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas perparkiran daerah.Jika dua jam pertama perkendaraan dikenakan Rp. 10.000,-(maklum tarif
orang bule),berapa yang harus dibayar AS kalau kendaraan & tank harus parkir selama sebulan.

Sepanjang jalan ke lokasi base camp pasukan AS harus menghadapi para Mr. Cepek yang berlagak memperbaiki jalan sambil memungut biaya bagi kendaraan yang melewati jalan tersebut. Dan jika kendaraan tempur dan tank harus membelok atau melewati pertigaan mereka harus menyiapkan recehan untuk para Mr. Cepe.

Suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan jika harus berkonvoi, karena konvoi yang berjalan lambat pasti akan di hampiri para pengamen, pengemis dan anak-anak jalanan,ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi. Belum lagi jika di jalan
bertemu polisi yang sedang bokek, sudah pasti kena semprit kerena konvoi tanpa izin.
Bayangkan berapa banyak 'uang damai' yang harus di keluarkan?

Di base camp militer, tentara AS sudah pasti nggak bisa tidur, karena nyamuknya Masya Allah,gede-gede kayak vampire. Malam hari di hutan yang sepi mereka akan di kunjungi para wanita yang tertawa dan menangis. Harusnya mereka senang karena bisa berkencan dengan wanita ini, tapi kesenangan tersebut akan sirna begitu melihat
para wanita ini punya bolong besar di punggungnya.

Pagi harinya mereka tidak bisa mandi. Karena di sungai banyak di lalui "Rudal Kuning" yang di tembakkan penduduk setempat dari "Flying helicopter" alias wc terapung di atas sungai. Pasukan AS juga tidak bisa jauh jauh dari peralatan perangnya, karena di sekitar base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap mempereteli peralatan perang canggih yang mereka bawa. Meleng sedikit saja tank canggih mereka bakal siap dikilo-in. Belum lagi para curanmor yang siap beraksi
dengan kunci T-nya siap merebut jip-jip perang mereka,yang kalau di dempul dan cat ulang bisa di jual mahal ke anak-anak orang kaya yang pengen gaya-gayaan.

Dan yang lebih menyedihkan lagi badan pasukan AS akan jamuran karena tidak bisa berganti pakaian. Kalau berani nekat menjemur pakaiannya dan meleng sedikit saja, besok pakaian mereka sudah mejeng di pasar Jatinegara di lapak-lapak pakaian bekas.
Peralatan telekomunikasi mereka juga harus di jaga ketat, karena para bandit kapak merah sudah mengincar peralatan canggih itu.

Dan mereka juga harus membayar sewa tanah yang digunakan untuk base camp kepada Haji
Husin, Haji Mamat, dan Engkong Ja'i para pemilik tanah. Di samping itu mereka juga harus minta izin kepada RT/ RW dan kelurahan setempat. Berapa meja yang harus di lalui dan berapa banyak dana yang harus di siapkan untuk mengamplopi pejabat-pejabat ini. Para komandan di pasukan AS ini juga akan kena tugas tambahan mengawasi para prajuritnya yang banyak menyelinap keluar base camp buat nonton dangdut di RW 06, katanya ada Inul di sana.

Membayangkan ini semua akhinya Rumsfield memutuskan TIDAK AKAN MENYERANG INDONESIA !!!

|

Monday, April 11, 2005 Everything about SEX

Yang Suka ngebantu Bos = SEX-ertaris
Tempat belajar biar pinter = SEX-olahan
Habis diemut, terus ditiup = SEX-ofon
Hadiah buat pacar = SEX-untum Mawar Merah
Terdiri dari Ayah Ibu dan Anak = SEX-eluarga
Binatang yang memangsa bangkai = SEX-awanan Gagak

Kalo badung disebut : Breng SEX
Tempat polisi nongkrong : Pol SEX
Mancung Kedalem : Pe SEX
Membersihkan km.mandi : Ko SEX
Nama Minuman : Milk SEX (maksa)

yang bisa AC DC namanya : Bi SEX
yang suka ngatain orang namanya : Re SEX
klo asma rasanya : Nye SEX
Tas Hitam namanya : Kre SEX
Tempat nasi namanya: Be SEX
Jatuh karena licin namanya: Ke ple SEX
Ikan asin = Ge SEX

Kalo demen gosok2 namanya: Ngo-Sex
Yg bikin posting ini : RU SEX
YANG BUKA SEKOLAHAN NAMANYA KEPSEX
LUAR BIASA SEKALI BUSEX...
YG DIPAKAI WANITA SOFSEX

Ayo ayo.. tambahkan lagi perbendaharaan katanya.. LoL

|

Wednesday, April 06, 2005 EFISIENSI ANDERSON CONSULTING

Minggu malam yang lalu, saya bersama beberapa teman makan malam di sebuah restoran yang khabarnya cukup laris di daerah kota (untuk yang belum tahu, di Jakarta, ada satu wilayah yang disebut kota).

Saat memesan makanan, saya perhatikan pelayan yang melayani kami membawa sepasang sendok di saku bajunya. Sedikit aneh, tapi saya tidak begitu peduli. Namun, saat pesanan kami mulai diantar, saya melihat pelayan lain membawa pula sepasang sendok di saku bajunya. Saya jadi tertarik untuk melihat sekeliling, dan ternyata memang benar dugaan saya, semua pelayan restoran tersebut membawa sepasang sendok di saku
baju masing-masing. Saya jadi ingin bertanya. "Mas, kenapa semua pelayan di sini membawa sepasang sendok di sakunya?" tanya saya pada pelayan yang datang membawa piring sate.

"Oh, begini pak," jawab si pelayan, "pemilik restoran ini memutuskan untuk menyewa Anderson Consulting, ahli dalam hal analisa efisiensi kerja, untuk memperbaiki kinerja restoran ini. Setelah melakukan analisa selama beberapa bulan, mereka menyimpulkan bahwa pelanggan restoran ini menjatuhkan sendok makan sebanyak 73,84% lebih sering dibandingkan peralatan makan lainnya yang ada di meja. Menurut Anderson Consulting, itu berarti rata-rata 3 pelanggan menjatuhkan sendok per meja setiap
jamnya. Jika saja semua pelayan restoran mengantisipasi hal ini, berarti kita bisa mengurangi waktu yang terbuang untuk bolak-balik ke dapur mengambil sendok pengganti, dan menghemat waktu 1,5 jam kerja per shift."

Saking kagumnya dengan penjelasan si pelayan, tanpa sengaja saya menyenggol salah satu sendok yang ada di meja. Segera saja si pelayan mengambil gantinya dari saku bajunya sambil berujar, "Betulkan pak, saya tidak harus pergi ke dapur mengambil sendok pengganti untuk Bapak." Saya hanya bisa melongo dengan kejadian itu.

Tapi, ceritanya belum berakhir sampai disitu. Ketika pelayan lain datang menghidangkan pesanan tambahan, saya tetap memperhatikan sekeliling. Dan satu hal lagi tampak aneh. Saya perhatikan hampir semua pelayan pria memasang benang yang menyembul diujung ruitsluiting celana mereka. Benang itu dikaitkan ke ujung kancing terbawah dari baju. Lagi-lagi rasa ingin tahu mengusik saya. Sebab, ternyata pelayan perempuan tidak memakai asesoris benang tersebut.

Ketika si pelayan tadi datang, saya menanyakan soal benang itu. "Wah, bapak ini orangnya perhatian sekali ya. Tidak semua pelanggan disini memperhatikan hal-hal sedetail bapak," puji si pelayan sedikit menggombal. Saya hanya tersenyum kecil. Apa anehnya orang suka memperhatikan detail? "Ini juga hasil analisa Anderson Consulting, pak." katanya melanjutkan, "Mereka menyimpulkan bahwa kami pun harus menghemat waktu yang kami habiskan di kamar kecil ketika buang air kecil. Dengan tali yang diikatkan ke si 'adik' ini," katanya sambil menunjuk benang itu, "kami tidak harus menggunakan tangan ketika mengeluarkannya. Berarti kami terbebaskan dari
keharusan mencuci tangan setelah buang air kecil. Dan itu menghemat waktu yang terbuang di kamar kecil sebesar 25,92%."

Hampir tersedak saya mendengar penjelasan itu. "Memang, dengan tali itu tangan jadi terbebas untuk memegang si 'adik'. Tapi gimana caranya untuk memasukkannya kembali ke posisi semula?" tanya saya menyelidik. Dengan setengah berbisik si pelayan berucap, "Anderson Consulting tidak menjelaskan secara spesifik tentang hal ini. Nggak tahu dengan yang lain, pak. Tapi, kalau saya sih pakai sendok yang ada di saku baju ini."

|

Sunday, April 03, 2005 Doakan Pdt. Em. Eka Darmaputera, Ph.D.

Jemaat Tuhan,
Pdt. Em. Eka Darmaputra sedang sakit parah, kanker hati. Beliau menulis sebuah surat yang ditulisnya untuk dibacakan pada acara doa bersama di rumah Pdt. Em. Suatami Sutedja Tanggal 8 Maret 2005 pukul 18:00 yang dihadiri beberapa pengerja dan pada tanggal 9 Maret 2005 di GKI Panglima Polim. Surat ini baik juga untuk jemaat agar kita dapat mendoakan Pdt.Em.Eka Darmaputra dan saudara kita lainnya yang sedang menghadapi "Ujung Kehidupannya". Surat ini berisi pelajaran yang indah, suatu sikap Kristiani menghadapi kematian.

Berikut ini adalah isi surat beliau :
"Rekan-rekan sepelayanan, kawan kawan seperjuangan, dan saudara saudaraku seiman, yang saya kasihi dengan segenap hati!",

Terpujilah Tuhan, yang telah berkenan mengantarkan saya melalui perjuangan panjang, kurang lebih 21 tahun lamanya! Selama 21 tahun itu, saya akui, saya tidaklah seperkasa singa, sekuat gajah, atau setegar baja. Saya adalah "darah" dan "daging", manusia "biasa-biasa" saja, yang sekedar berusaha untuk setia kepada Tuhannya.

Tidak jarang, 21 tahun itu saya lalui dengan amarah, cemas, dan rasa terluka di jiwa. Namun demikian, pada saat yang sama, tahun tahun tersebut juga adalah tahun-tahun yang amat "kaya" dan limpah dengan rahmat dan berkat. saya disadarkan, betapa Tuhan yang saya ikuti tak selalu menyenangkan, tapi tak pernah Ia mengecewakan. Mata rohani saya pun dicelikkan, untuk melihat betapa saya adalah orang yang sangat diberkati. tuhan mengarunia saya dengan kekayaan yang luar biasa, berupa istri, anak, dan menantu, yang maknanya ta tergantikan oleh apa pun juga.

Dan saya ditakjubkan serta amat diteguhkan oleh ribuan sahabat yang begitu perduli, memperhatikan dan menyayangi saya. Mereka terdiri dari segala bangsa, tinggal di pelbagai belahan dunia, penganut beraneka rupa agama, dan berasal dari beragam usia dan kedudukan sosial: dari seorang presiden Republik Jerman sampai seorang tukang parkir jalanan. Kesimpulannya: apa lagi yang masih kurang? Apalagi yang pantas saya tuntut?

Saudara-saudara sekalian, kini saya telah hampir tiba di penghujung jalan, berada di etape etape akhir perjalanan hidup saya. Para dokter telah menyatakan, tak ada lagi tindakan medis yang signifikan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan saya, kecuali - mungkin transplantasi hati.

Dalam situasi seperti ini, ketika tangan dan upaya manusia tak lagi mampu melakukan apa apa yang bermakna, kita bersyukur karena bagi orang beriman selalu ada yang amat berarti yang dapat dilakukan. Dan itulah yang kita lakukan malam ini: BERDOA. Kita menyatakan penyerahan diri kita, seraya mempersilahkan tangan-Nya bertindak dan kehendak-Nya berlaku dengan leluasa.

Dalam hubungan ini, perkenankanlah saya menceritakan sebuah kesaksian. Pada suatu ketika, sewaktu "lunch-break", anak saya - Arya - yang berdiam dan bekerja di Sydney, diajak ngobrol oleh salah seorang rekan sekantornya, yang dikenal punya "indra keenam". Tanpa basa basi, ia langsung bertanya, apakah ayah Arya seorang pejabat atau tokoh masyarakat. "O, tidak. Ayah saya seorang pendeta", jawab Arya.

"Apakah ayah anda sedang sakit?", tanyanya pula. "Ya, sudah 20 tahun", jawab Arya. Kemudian terjadilah sesuatu yang mengejutkan, yang mendorong saya menceritakan kejadian ini. Orang itu - ia bukan "orang kristen" berkata, "Ayah Anda itu seharusnya sudah lama 'Pergi'. Tapi masih bisa bertahan sampai sekarang, karena ada ribuan orang diseluruh dunia yang selalu berdoa baginya!".

Melalui kisah ini saya ingin mengatakan, bertapa berartinya yang kita lakukan malam ini! Sebab itu, tolong, jangan pernah anda katakan, "saya CUMA bisa berdoa!" Doa itu, bukan "cuma"! Terima kasih dari lubuk hati terdalam saya, Evang, Arya, dan Vera, kepada para rekan yang telah memprakarsai dan memfasilitasi acara petang ini, Pekerjaan sederhana ini, saya yakin, tidak sia sia.

Namun demikian, ada permintaan saya. Bila anda berdoa untuk saya - baik di sini maupun dimana saja, saya mohon janganlah terutama memohon agar Tuhan memberi saya kesembuhan, atau mengaruniai saya usia panjang, atau mendatangkan mujizat dahsyat dari langit! Jangan! Biarlah tiga perkara tersebut menjadi wewenang dan "urusan" Tuhan sepenuhnya!

Saya cuma mohon didoakan, agar sekiranya benar ini adalah tahan pelayanan saya yang terakhir, biarlah Tuhan berkenan memberikan saya dan keluarga keteguhan iman, kedamaian dan keikhlasan dalam jiwa. Semoga Tuhan berkenan menganugerahi saya perjalanan yang tenang, kalau boleh, tanpa kesakitan dan tidak mahal biayanya, sampai saya tiba di pelabuhan tujuan. Dan kemudian, biarlah tangan Tuhan dengan setia terus tanpa putus menggandeng - bila perlu menggendong - Evang, Arya, Vera serta (mudah mudahan) cucu cucu saya menlanjutkan perjalanan mereka.

Saudara saudara sekalian, Paulus pernah menulis, "Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia, bagiku itu berarti bekerja memberi buah, jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu" (Filipi 1:21).

Itulah kerinduan saya, segera bersama sama dengan Kristus, Namun bila Ia masih menghendaki saya di dunia ini - entah lama, entah sebentar - doakanlah saya, agar itu dapat saya manfaatkan untuk bekerja memberi buah. Tidak berlama lama di pembaringan dan dalam kesakitan.

Demikianlah saudara saudara isi hati saya. Saya mengikuti persekutuan Saudara saudara malam ini dengan terima kasih yang dalam dan keharuan yang sangat. Dan tolong jangan lupa berdoa pula bagi hamba hamba Nya yang kini juga tengah bergulat dengan penyakit, khususnya Andar Ismail dan Lydia Zakaria.

Terima Kasih dari kami berempat.


Eka Darmaputra

|